96 Anak SMP di Belitung Timur Putus Sekolah, Siapa Yang Bertanggung Jawab?

Beltimnews.com, Manggar – Angka anak putus sekolah di Belitung Timur masih menjadi perhatian Pemerintah Daerah.

Menurut data Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, saat ini ada 96 anak yang putus sekolah. Untuk tahun 2022 saja, terdata 74 siswa SMP putus sekolah dengan berbagai faktor. Sedangkan untuk awal tahun 2023 ini, sudah 22 anak SMP dinyatakan putus sekolah. Rabu (1/3/2023).

Kepala Dinas Pendidikan Beltim Drs. Sarjano mengatakan jika banyak faktor yang melatarbelangkangi penyebab anak putus sekolah tersebut, salah satunya faktor keluarga.

“Pendidikan anak itu bukan hanya dari sekolah, namun juga dari keluarga dan itulah yang sangat menentukan. Anak – anak ini kan waktunya sangat terbatas di sekolah, namun diluar sekolah mereka menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Kadin Pendidikan Beltim kepada beltimnews.com

Selain lingkungan keluarga, Sarjano juga menyebutkan jika peran masyarakat seharusnya lebih penting lagi. Karena jika masyarakat tidak peduli dengan perilaku remaja disekitar, hal tersebut dapat membiarkan anak – anak tersebut berperilaku bebas.

“Semuanya harus bertanggungjawab, ketika melihat anak – anak dari perilaku etika sopan santunnya tidak ada harusnya menegur. Itu termasuk dari perannya masyarakat, untuk mencegah dan mengontrol perilaku remaja ini. Bila perlu laporkan segera ke pihak yang berwenang agar ditindaklanjuti,” kata Sarjano.

Namun, dar pihak Dinas Pendidikan akan lebih mengawasi dan membina anak – anak didik melewati para guru – guru. Dan menekan angka putus anak sekolah.

“Kedepannya mungkin jika ada regulasi terkait pemberian sanksi kepada orang tua yang tidak mau menyekolahkan anaknya, atau anaknya berperilaku buruk dilingkungan sekolah maupun diluar, kita akan terapkan sanksi administratrif dikemudian hari jika terbukti.” pungkas Sarjano.

(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *