Aan Bangga WTP 5 Kali Berturut, Masyarakat : Pikirkan Dulu Nasib Kami

Beltimnews.com, Manggar – Bupati Belitung Timur, Burhanudin atau biasa dipanggil Aan baru – baru ini menerima predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, atas pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang diangap sudah wajar.

Raihan predikat WTP tersebut termasuk dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur Tahun Anggaran 2023.

Dalam sambutannya Aan menyampaikan rasa bangga, haru dan bahagia atas diraihnya Opini WTP Pemkab Beltim. Selain itu ini merupakan momen dan kado spesial baginya, dikarenakan beberapa hari lagi merupakan hari ulang tahunnya.

“Hari ini saya merasa terharu dan bahagia atas pencapaian Pemkab Beltim yang berhasil meraih opini WTP dari BPK untuk kali kelima secara berturut-turut, WTP pertama saat saya menjabat sebagai Wakil Bupati dan selanjutnya 4 kali secara berturut saat saya terpilih dan menjadi Bupati,” ungkap Burhanudin.

Tak tanggung – tanggung Baliho besarpun langsung terpampang ditengah-tengah kota manggar seakan-akan ingin menunjukkan hasil kerja keras meraih capaian WTP tersebut.

Sebaliknya, relevan penghargaan tersebut masih dipertanyakan masyarakat akan penting dan pengaruhnya kepada kesejahteraan warganya sendiri.

“WTP itu kan memang administrasi yang seharusnya wajib dilakukan pemerintah, kalau tidak Wajar keuangannya pasti sudah diproses (hukum). Tidak penting itu masyarakat tau, yang masyarakat harus tau bagaimana pemerintah menjamin kesejahteraan masyarakat. Pikirkan dulu nasib masyarakat,” ujar masyarakat yang enggan disebut namanya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur, angka garis kemiskinan di Belitung Timur cendurung naik pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Ada sekitar 8,89 ribu jiwa atau 6,73% masyarakat miskin yang ada di Belitung Timur, dan angka tersebut naik dibanding tahun 2022 yang mencapai 8,47 ribu jiwa atau 6,49%.

Ditambah keadaan ekonomi Belitung Timur yang semakin tidak menentu setelah sektor pertambangan timah anjlok sejak awal tahun dan bahkan sulit untuk dijual oleh masyarakat. Sehingga perputaran ekonomi di Belitung Timur ikut terganggu dan terdampak imbas kepada masyarakat.

(wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *