Bantah Takaran BBM Nelayan Pantai Serdang Dikurangi, Pengawas SPBUN : Kami Diawasi Aparat Dan Masyarakat

Beltimnews.com, Manggar – Istri-istri dari nelayan lainnya dan pengawas SPBU Nelayan (SPBUN) Lipat Kajang Kecamatan Manggar, bantah pernyataan ketua kelompok nelayan Pantai Serdang terkait adanya oknum yang mengurangi takaran BBM.

Seperti yang disampaikan Dayang (44), istri dari nelayan warga Desa Baru menyebut dirinya bersama istri nelayan lain sudah mengantri BBM di SPBUN selama bertahun-tahun namun tidak pernah sekalipun dicurangi dalam takaran.

“Kami ini kan istri-istri nelayan, suami kami melaut, kami yang ngantri ngambil BBM selama bertahun-tahun tidak pernah sekalipun pihak SPBN mengurangi takaran jerigen kami, selalu pas tidak ada kurang sedikitpun,” ujarnya kepada Beltimnews.com, Jumat (26/8/2022) sore.

Sementara itu, Pengawas SPBUN Lipat Kajang yang juga mantan ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Belitung Timur, Herman mengatakan selama pengisian BBM, pengelola SPBUN selalu diawasi aparat Kepolosian, TNI dan masyarakat.

“Sangat tidak mungkin untuk melakukan kecurangan, sedangkan kami selalu dipantau oleh aparat seperti Polisi, TNI, media bahkan masyarakat sekalipun, jadi bagaimana caranya ada kecurangan di sini,” tegasnya.

Menurut dia, jika memang benar adanya pengurangan takaran, itu disebabkan pihak kedua atau ketiga dalam pembelian, sehingga setiap perpindahan tangan ada yang mengambil.

“Spekulasi saya, mungkin dia tidak mengantri langsung disini melainkan lewat pihak kedua, sehingga dari tangan ke tangan itu sudah pasti ada yang ngambil sedikit demi sedikit akhirnya hilang 2 liter,” ucapnya.

(Teguh)

Editor: Hermansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *