Capaian Kinerja Bupati dalam Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di Belitung Timur

Beltimnews.com, Belitung Timur – Usai dilantik sejak 26 Februari 2021 menjadi Bupati Belitung Timur, Drs Burhanudin langsung tancap gas merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk 5 tahun kedepan.

Adapun 5 Program Unggulan Inovasi Daerah yang dirumuskan Bupati Belitung Timur untuk menuju Beltim Bangkit dan Berdaya, Yakni :

  1. Yuk Sekolah
  2. Yuk Nyelik Pasien
  3. Yuk Ke Ume
  4. Beltim Terang Benderang
  5. Lawang Beltim

Dalam perjalanannya memimpin Kabupaten Belitung Timur, Burhanudin berhasil memangkas angka kemiskinan ekstrem hingga penurunan angka stunting secara signifikan.

Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Derah Kabupaten Belitung Timur, Seluruh Desa di Kabupaten Belitung Timur sudah melaksanakan verifikasi dan validasi data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan sudah melaksanakan musyawarah desa sebagaimana amanat Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Dari hasil verivali data P3KE terdapat pengurangan jumlah individu atau keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Belitung Timur, untuk Desil 1 dari jumlah 11.403 jiwa setelah di verifikasi dan validasi menjadi 5.450 jiwa, dan data keluarga miskin ekstrem desil 1 dari sebelumnya berjumlah 2.867 keluarga menjadi 1.449 keluarga.

Adapun penetapan oleh Bupati terhadap data kemiskinan ekstrem/ P3KE saat ini masih dalam proses koreksi oleh bagian Hukum Sekretariat Daerah Kab. Belitung Timur.

Berdasarkan data SSGI yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI angka prevalensi stunting Kabupaten Belitung Timur Tahun 2022 mengalami penurunan dari 22,6% pada tahun 2021 menjadi 16% pada tahun 2022. Demikian juga dengan data Wasting dan Underweigh juga mengalami penurunan.

Adapun berdasarkan data e-PPBGM yang merupakan hasil pencatatan dan pelaporan melalui posyandu angka prevalensi stunting di Kabupaten Belitung Timur tahun 2022 sebesar 4,5%, wasting 2,3% dan underweigh 6%.

Dengan kata lain Angka kemiskinan ekstrem dan Kasus Stunting di Belitung Timur sudah berjalan dengan baik dan diupayakan maksimal walaupun sempat terhambat oleh Bencana Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 hingga 2021 dimana banyak Recofusing Anggaran yang terjadi demi menangani Covid-19.

Selain itu, menurunnya angka pengangguran terbuka di Belitung Timur yang sebelumnya pada tahun 2021 mencapai 3,78% dan di tahun 2022 menurun diangka 2,5%.

PDRB Perkapita Tertinggi ke 2 Se-Provinsi Bangka Belitung

Untuk laju tumbuh pergerakan ekonomi Kabupaten Belitung Timur juga menunjukan hasil positi pada tahun 2021 hingga 2022, dimana pada tahun 2021 berhasil bertumbuh sebesar 4,56% dan tahun 2022 sebesar 3,80%. yang sebelumnya pada tahun 2020 berkisar pada angka -0,63%.

Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Belitung Timur menurut lapangan atas dasar harga berlaku pada tahun 2022, didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, Yakni pertanian, Kehutanan dan perikanan sebesar 24,99%, Industri Pengolahan sebesar 23,73%, Pertambangan dan Penggalian 13,35%. Dari 17 lapangan usaha, 15 diantaranya mengalami pertumbuhan positif ditahun 2022.

Berdasarkan data yang sama, PDRB per kapita menggunakan ADHK pada tahun 2022 di Kabupaten Belitung Timur mencapai 45.466,99 juta rupiah. Hal ini menjadikan Kabupaten Belitung Timur berada pada posisi kedua di Provinsi Bangka Belitung, di bawah Bangka Barat yang mencapai 50.333,18 juta rupiah.

Sementara itu, PDRB per kapita menggunakan ADHB di Kabupaten Belitung Timur pada tahun 2022 mencapai 75.077,99 juta rupiah. Kabupaten Belitung Timur menempati peringkat ketiga di Provinsi Bangka-Belitung setelah Bangka Barat dengan 80.031,30 juta rupiah dan Pangkal Pinang dengan 76.348,98 juta rupiah.

(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *