Dinas Pertanian Targetkan Tanam padi  Minimal 200 Hekatare Pada Periode Okmar

Dinas Pertanian Targetkan Tanam padi  Minimal 200 Hekatare Pada Periode Okmar

Beltimnews.com, MANGGAR – Dinas Pertanian dan Pertahanan Pangan Kabupaten Belitung Timur menargetkan luasan tanam sawah pada musim tanam Oktober-Maret (Okmar) minimal seluas 200 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan,  Dinas Pertanian Kabupaten dan Holtikultura kabupaten Belitung Timur, Haryanto mengatakan jika petani di komplek persawahan Dana Nujau Desa Gantung, saat ini sudah mulai melakukan tanam padi.

“Sebagian sudah mengolah lahan, sebagian sudah tanam. Target minimal 200 hektare bisa ditanami padi,” ujar pria yang akrab disapa Danton itu, Senin (15/11/2021).

Menurutnya pengelolaan alat mesin pertanian (Alsintan) cukup membantu para petani pada masa tanam, saat ini Alsintan di kelola oleh Gapoktan, dengan jumlah yang sudah memadai, mulai dari traktor, mesin perontok padi, mesin panen, dan mesin tanam.

Secara efesiensi menurutnya penggunaan alsintan lebih menguntungkan dari pada tanam tradisional. Ia mencontokan misal tanam tradisional lebih banyak mengunakan tenaga orang, dan biaya lebih produksi jauh lebih besar kisaran Rp2,5 juta – Rp 3 juta perhektare yang harus di keluarkan petani.

Sedangkan dengan mesin tanam biaya lebih murah yakni sekitar Rp1,5 juta perhektare, dan cukup menggunakan dua tenaga manusia dan waktu penanaman hanya butuh waktu satu hari.
“Jadi bisa memangkas biaya tanam sekitar 50 persen,” ujarnya.

Dia menambahkan, yang menjadi tantangan bagi para petani saat ini adalah harga timah yang sedang naik, sehingga banyak petani yang beralih profesi.

“Karena harga (timah) mungkin cukup mengiurkan. Tapi kami harapkan mereka tidak mengabaikan lahan sawahnya, mungkin setelah mereka menanam padi, masih ada lah waktu luang kalau memang mereka mau mencari timah,” bebernya.

(Cuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *