Dugaan “Permainan Kotor” Program Mangrove Di Belitung Timur, Ini Pengakuan Penjual Bibit Bakau

Beltimnews.com, Belitung Timur – Terkait adanya dugaan kerugian Negara atas program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) rehabilitas mangrove di Kabupaten Belitung Timur tahun 2021, salah satu Petani pembibitan bakau Manggar justru tidak tau adanya program tersebut.

Padahal salah satu Kelompok Tani Hutan (KTH) di Belitung Timur, mengaku jika ia membeli bibit bakau dari petani bibit yang berada di Manggar.

“Ada orang dari Bpdas yang kesini, dia yang menunjukkan tempat pembelian bibitnya. Jadi pembelian bibitnya dari manggar, karena ada pembibitan disana. 1 bibitnya Rp2500, kita beli tahap pertama 80 ribu bibit. Kita beli bertahap karena mungkin penanamannya lama, jadi nanti takut mati bibitnya. Total 150 ribu bibit yang kita beli,” ujar Ilham selaku ketua kelompok KTH Bakau Tepi.

Pernyataan itu justru berbeda dari keterangan Ari Rasum selaku Petani pembibitan di Kota Manggar.

Ari Rasum mengatakan jika ia tidak pernah mengetahui adanya program PEN dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan, apalagi terlibat langsung dari program PEN tersebut.

“Saya pribadi tidak tau sama sekali program tersebut, apalagi katanya ada yang beli dari Manggar, itu tidak benar. Karena kalau di Manggar pesan bibitnya dari kami, karena kami sudah terverifikasi dari kementerian untuk izin edar bibit khususnya bakau,” ungkap Ari

Ari juga menjelaskan jika bibit yang ia jual ke para pembeli, pasti memenuhi spesifikasi bibit. Contoh dari daun bibit, hingga panjang bibit yang telah dirapikan didalam polibag.

“Kalau itu bibit dari saya pasti ketahuan, karena kita ada spesifikasi bibit yang layak untuk dijual dan ditanami. Kalau melihat kondisi penanaman di Tanjung Kelumpang dari foto, itu bukan bibit kita. Dan kita juga tidak pernah mengirim bibit kesana,” jelas Ari Rasum

Ari juga mengungkapkan, dirinya pernah mendapatkan pesanan 100 ribu bibit bakau pada tahun 2021 dari seseorang bernama Kril. Ia mengatakan jika pesanan tersebut dipesan oleh Kril dengan harga Rp1600 per-batang bibit bakau, dan diantarkan ke lokasi penanaman yang berada di Desa Batu Penyu, dan salah satu Desa di Kecamatan Dendang.

“Namanya pak Kril yang memesan bibit (bakau) ke kami, yang bayar transaksi itu juga Kril ke kami. Jadi kalau adanya Kelompok kami tidak tau, kami transaksi dengan namanya pak Kril,” kata Ari Rasum

Diketahui sebelumnya adanya dugaan kerugian negara hinga puluhan miliar rupiah dari program PEN rehabilitas Mangrove. Program tersebut berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan yang melibatkan langsung Bpdas dan BGRM.

(Wahyu)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *