Enggan Ditemui, Kepala BKPSDM Masih Sembunyikan Status PNS Terdakwa Korupsi di RSUD Beltim

Beltimnews.com, Manggar – Setelah menjalani beberapakali sidang terkait kasus dakwaan korupsi pengelolaan dana tunjangan dan insentif Covid-19 di RSUD Muhammad Zein Kab. Belitung Timur, dr. Rudy Gunawan dijatuhi hukuman 4 tahun penjara.

Tak hanya itu, ia juga didenda Rp200 juta dan uang pengganti Rp344 juta.

Pembacaan keputusan perkara tersebut disampaikan oleh Hakim Ketua Irwan Munir di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Kamis (16/5/2024) yang lalu.

Dokter rudi merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN kedua yang didakwa melakukan tindak korupsi di RSUD Muhammad Zein Belitung Timur.

Sebelumnya pada November 2023 yang lalu Yatie yang murapakan ASN di RSUD Muhammad Zein telah disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kelas I A Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Babel dan mendapatkan putusan hukuman 2 tahun penjara.

Yatie, terdakwa kasus korupsi renovasi Gedung Bedah Sentral UPT RSUD Kabupaten Belitung Timur Tahun Anggaran 2018.

Menariknya dr. Rudi Gunawan dan Yatie merupakan ASN yang sama-sama bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Zein Kabupaten Belitung Timur.

Saat wartawan Beltim News memastikan status kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut setelah putusan hakim ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Belitung Timur, Kepala BKPSDM enggan keluar dari ruangan kantornya.

“Kata bapak tidak bisa (wawancara),” ujar satpam Kantor BKPSDM Beltim.

Hingga berita ini diterbitkan, status ASN dr. Rudi Gunawan dan Yatie belum mendapatkan kepastian.

Dalam Pasal 87 ayat 4 UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN yang diperkuat lagi dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama antara Menteri Dalam Negeri, Menteri Page 11 Tulisan Hukum – Subbagian Hukum Pendayagunaan Aparatur Negara

PNS yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus mendapat sanksi yang tegas oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Apabila perkaranya telah memiliki kekuatan hukum tetap (incracht), PNS tersebut harus diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS.

(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *