Kolaborasi Pembangunan Timah Berkelanjutan Berkonsep SDG’s, Menuju Pertambangan Timah yang Sehat di Bangka Belitung

Artikel Opini

Oleh : Gladys Tiominar Aprilia

Beltimnews.com, Bangka Belitung – Tambang timah masih menjadi pekerjaan yang digemari oleh warga Bangka Belitung sampai saat ini. Bukan tanpa alasan, profesi ini masih menjanjikan keuntungan yang besar dibandingkan profesi lainnya. Hal tersebut membuat warga Bangka Belitung masih betah melakukan pekerjaan yang sudah seperti menjadi budaya di sini.

Namun, pekerjaan yang dilakukan oleh para penambang timah banyak menyisakan dampak buruk bagi lingkungan maupun masyarakat. Mereka seolah olah menutup mata terhadap dampak yang telah mereka timbulkan akibat ulah mereka sendiri. Padahal, mereka sendiri sadar akan apa yang telah mereka lakukan bagi lingkungan maupun masyarakat.

Ada beberapa masalah yang sering kami amati dalam pembangunan timah di Bangka Belitung, namun yang paling mengkhawatirkan yaitu kerusakan ekosistem lautan. Kebanyakan tambang timah beroperasi di sekitar pesisir pantai, hal ini mengharuskan mereka menggali pasir yang ada di pantai tersebut. Kegiatan ini telah menganggu ekosistem flora dan fauna di lautan selama berpuluh puluh tahun lamanya. Air di pantai tersebut juga ikut terkontaminasi dari bahan kimia timah sehingga kualitas air semakin hari semakin memburuk.

Selain kerusakan lingkungan, ada masalah lain yang juga menjadi perhatian bagi kami,  yaitu masalah kesehatan. Banyak dari para penambang timah yang kurang teredukasi akan bahayanya bahan kimia yang terkandung dalam timah. Bahan kimia yang dilepaskan dalam pengambilan timah dapat menyebabkan masalah pernapasan dan keracunan logam berat bagi masyarakat.

Lantas, apa yang harus mereka lakukan?, Bagaimana caranya menambang timah tanpa harus merusak lingkungan?

Penerapan Sustainable Development Goals (SDG’s) adalah jawabannya.

Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) sedang menjadi agenda global yang hangat diperbincangkan di kancah global.  Agenda ini bertujuan untuk mewujudkan pembangunan yang sehat dengan mengelola sumber daya alam dengan cermat. Konsep ini dilakukan untuk mencapai pembangunan timah yang berkelanjutan sejalan dengan SDGs.

Ada 17 goals yang menjadi fokus SDG’s. Poin yang menjadi fokus utama dalam pembangunan timah di Bangka Belitung yaitu poin 14 “Life below water”. Bagaimana solusinya?

Pertama, menerapkan teknologi yang ramah lingkungan. Teknologi modern dapat mengurangi emisi dan limbah yang ditimbulkan dari proses penambangan timah. Namun, tidak semua penambang timah mampu membeli alat seperti itu, jadi bagaimana nasib mereka? Disinilah peran pemerintah hadir, pemerintah bisa memberikan bantuan maupun subsidi bagi penambangan timah lokal.

Kedua, mengembangkan kawasan konservasi. Lahan bekas tambang timah bisa dialihfungsikan menjadi taman laut. Kawasan ini dapat melindungi dan memulihkan ekosistem laut yang terdampak akibat penambangan timah. Lagi, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar konsep ini tercapai.

Ketiga, memperketat pengawasan. Pemerintah sebaiknya mengawasi praktik tambang timah ilegal yang tidak sesuai SOP. Pemerintah diharapkan bertindak tegas serta memberikan sanksi terhadap tambang timah yang tidak sesuai dengan peraturan lingkungan yang berlaku. Hal ini dapat mengurangi kerusakan kerusakan yang ditimbulkan akibat tambah timah ilegal.

Dari artikel ini, kita telah melihat betapa pentingnya kolaborasi antara konsep Sustainable Development Goals dengan pembangunan timah di Bangka Belitung. Dengan penerapan tekonologi modern, pengembangan kawasan konservasi hingga memperketat pengawasan, kita semua berharap tambang timah di Bangka Belitung menjadi lebih baik dan dapat memulihkan kerusakan yang telah terjadi.

Agar tujuan ini tercapai, diperlukannya kolaborasi antara penambang timah, pemerintah, organisasi lingkungan serta masyarakat Bangka Belitung. Dengan berkolaborasi, kita dapat mencapai tujuan ini yang pada akhirnya untuk kepentingan kita semua di masa mendatang.

Perjalanan ini memang masih panjang, masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, mari kita bersama sama bertekat untuk membangun masa depan yang lebih baik, menuju pembangunan bekelanjutan yang sehat di Bangka Belitung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *