Koperasi Sinergi Agro Lestari Diresmikan, Sawit Masyarakat Jadi Komoditas Ekspor

Beltimnews.com, Gantung – Anggota Koperasi Sinergi Agro Lestari, tokoh agama dan masyarakat diberikan pemahaman melalui sosialisasi tentang program perkebunan sawit plasma di Delias Cafe Desa Lenggang Kecamatan Gantung, Belitung Timur Kamis (10/11/2022) malam.

Pemateri sosialisasi tersebut yakni dari Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Tenaga Kerja, Usaha Kecil dan Menengah, PT Steelindo Wahana Perkasa. Melalui kegiatan itu pula, menjadi momen untuk peresmian pendirian Koperasi Sinergi Agro Lestari.

Ketua Koperasi Sinergi Agro Lestari, Fakhrur Rizal dalam kesempatan itu mengatakan jika dengan terbentuknya koperasi ini bisa menjadi satu wadah atau payung bagi petani-petani khususnya di desa Lenggang. Sehingga harapan kedepannya, kedua kelompok tani yang ada di desa Lenggang bisa bekerjasama dalam satu wadah.

“Kalau yang berangkat dari kelompok Sepakat Makmur itu ada 71 petani dengan jumlah keluasan 121 hektar. Kalau yang dari Bani Nujau luasnya 104 hektar dengan 44 orang petani. Kita di Lenggang ini memang ada dua kelompok,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Lenggang, Fachrizal berharap dengan adanya Koperasi Sinergi Agro Lestari di wilayah desanya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Selain itu, pihak koperasi kedepannya juga akan menggandeng Bumdes Lenggang mulai dari perawatan sampai tahap panen.

“Saya harapkan dengar adanya koperasi, secara otomatis itu jelas alur pembangunannya, jadi tidak mengambang lagi saya harapkan semua itu sistematis nantinya. Kerjasamanya bisa lebih transparan dan akan ada perjanjian kerjasama yang tidak merugikan petani bisa dibuat. Saya arahkan semua lahan dimanfaatkan dan tidak dianggurkan,” katanya.

Sementara itu, PLt Kepala Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur, Trijaka Priyono menyebut pihaknya akan memberikan dukungan agar kebun masyarakat kedepan dapat legal dan jelas untuk menjadi komoditas ekspor.

“Kalau diekspor itu persyaratan harus memenuhi segala ketentuan yang diatur dalam ekspo termasuk sawit kita harus menjadi sawit yang berkelanjutan. Dalam waktu dekat,  ada sebelas duta besar dari luar negeri datang ke kita untuk mencari sawit yang berkelanjutan. Berkelanjutan tadi, sawit itu harus ramah lingkungan, sesuai dengan persyaratan ekspo, hasilnya jelas,” bebernya.

(Hermansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *