Masyarakat Babel Beli Gas 3 Kg Harus Gunakan “Kartu Sakti BRI”, Gubernur: Kartu Ini Hanya 10 Ribu

Beltimnews.com, Manggar – Ke depan masyarakat Bangka Belitung tidak akan dapat lagi membeli tabung gas 3 Kg secara tunai, transaksi tersebut kini berganti menggunakan kartu elektronik yang disediakan oleh BRI (Bank Rakyat Indonesia) yakni BRIZZI.

Kebijakan tersebut resmi diberlakukan setelah Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggandeng BRI dan Pertamina, untuk menerapkan pembayaran uang secara elektronik pembelian Subsidi gas LPG 3 Kg. Bahkan Gubernur Babel dan jajaran Forkopimda Babel bersama – sama melaunching “Ekosistem Subsidi LPG 3 KG, BRIMOLA, BRIZZI”, di Auditorium Zahari M Z, Manggar Kabupaten Belitung Timur. Kamis (21/10/2021)

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, Ia akan terus mendorong masyarakat agar terbiasa bertransaksi menggunakan kartu elektronik dan belum mengguakan aplikasi di handphine android. Menurutnya masih banyak masyarakat yang belum memiliki handphone pribadi, sehingga untuk saat ini transaksi mengguakan kartu yang disediakan BRI.

“Kita akan kita dorong terus masyarakat kita untuk memakai kartu (Brizzi) itu, tadinya kita mau pakai android malah. Jadi karena kita paham karena tidak semua masyarakat kita memiliki handphone android, jadi kita coba dulu pakai kartu ini” ujar Erzaldi

Menurutnya lagi, jika kartu elektronik yang dijual oleh BRI tergolong murah. Selain itu menfaatnya sagat besar bagi masyarakat.

“Kartu ini hanya 10 ribu bisa hemat beli gas bersubsidi, ketimbang tidak pasti membeli gas subsidi kadang harganya 25 ribu, kadang – kadang 30 ribu, ini kan tidak bagus” tutur Gubernur Babel

“Sistem ini didukung oleh sistem BRIMOLA yang di bangun BRI, sehingga banyak kemudahan disitu baik bagi penyalur maupun masyarakat. Jadi ini adalah bisnis sekaligus untuk melindungi konsumen yang seharusnya memang kita bantu, kosumen seperti apa? ialah konsumen yang behak mendapat subsidi gas 3 kg ini” Lanjutnya lagi

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan juga megungkapkan, jika kebijakan ini sudah sangat tepat. Pasalya gas 3 kg yang seharusnya diperuntukan bagi orang miskin, malah sering salah sasaran dan digunakan oleh orang yang dianggap mampu.

“Yang berhak (Penerima Gas 3 Kg) adalah orang miskin dan terdata di kelurahan. Kalau misalnya dia miskin dan belum terdata di Kelurahan, segera daftar. Jadi tidak perlu khawatir tidak bakal dapat (gas 3 kg), selama dia berhak. Yang tidak berhak ini ASN, TNI, Polri, Pegawai BUMN dan orang mampu tentunya tidak boleh” ungkap Erzaldi Rosman

Dan ia pun menyarakan, bagi masyarakat yang tidak berhak menggunakan tabung subsidi gas 3 kg, lebih baik diberikan kepada orang miskin.

“Kalau dia punya tabung (3 Kg) tapi tidak memenuhi syarat, tabungnya kasih saja ke orang miskin” saran Gubernur Babel

(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *