Masyarakat Keluhkan Pembelian Gas 3 Kg Harus Gunakan Kartu Brizzi, Ini Saran Ketua DPRD Beltim

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Beltimnews.com, Manggar – Setelah dilaunching langsung oleh Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman pada Kamis (21/10), Kartu BRIZZI menuai banyak kritikan dari masyarakat. Pasalnya masyarakat merasa dipersulit untuk mendapatkan gas 3 Kg tersebut, apalagi setiap pembelian harus menggunakan kartu.

Keluhan tersebut langsung disampaikan oleh masyarakat kepada Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja, SE MM. Ia mengatakan jika tidak seluruh masyarakat saat ini melek akan teknologi yang sudah berkembang, bahkan masih ada masyarakat yang masih menyimpan uang sendiri tanpa mempercayakannya kepada Perbankan.

“Ada yang menyampaikan keluhan juga kepada saya, terkait penggunaan kartu BRIZZI. Karena memang harus kita sadari bahwa tidak semua masyarakat khususnya di Belitung Timur belum sepenuhnya mengenal pembayaran pakai kartu”

“Kepercayaan masyarakat menggunakan kartu ini kan masih rendah, bahkan di daerah – daerah ada yang menyimpan uang bukan di Bank, malah dibawah tempat tidur” ujar Ketua DPRD Beltim

Fezzi pun juga mengatakan jika kebijakan Pemerintah Daerah sebenarnya baik untuk masyarakat. Namun menurutnya kebijakan tersebut akan sia – sia jika tidak dijalankan dengan totalitas.

“Memang niatnya agar harga Gas terkendali dan sesuai, tetapi sosialisasi masyarakat itu harusnya gencar. Kalau ini tidak gencar, malah masyarakat berpikir ini mempersulit” kata Fezzi

Kader PDI Perjuangan ini juga menyarankan, seharusnya Pemerintah Daerah dapat memahami kondisi masyarakatnya saat ini. Tidak semua masyarakat mempunyai kemampuan teknologi yang sama, walaupun perkembangan zaman sudah semakin pesat.

“Jangan menyamaratakan kemampuan informasi dan teknologi di masyarakat se Bangka Belitung ini sama, jangan disama ratakan. Yang mengadu saya itu warga yang di Manggar atau di kota, apalagi ditempat lain” ucap Ketua DPRD Beltim

Ditambahnya lagi, jika tujuan sebenarnya Pemerintah Daerah ingin meringankan beban masyarakat, seharusnya media kartu yang digunakan digratiskan untuk masyarakat.

“Kalau menurut saya bagi – bagikan (Gratis) saja kartu itu kepada masyarakat, tidak usah bayar – bayar lagi. Jadi ini kalau di kota memang mempermudah, tapi kalau di pedesaan justru mempersulit masyarakat” tandas Fezzi Uktolseja

(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *