“Ngelimbang Timah”, Jalan Rezeki Yang Diberi Tuhan Untuk Nek Misnawati Di Belitung Timur

Feature

Hidupi Dua Orang Cucunya Demi Dapat Pendidikan Yang Layak

Beltimnews.com, Belitung Timur – Demi sekolahkan 2 cucunya di Pesantren, nenek Misnawati rela menghabiskan masa tuanya untuk berada di lokasi area tambang rakyat. Bukan tanpa alasan, ia mencoba peruntungan mencari rezeki dengan cara “Ngelimbang” timah dari sisa – sisa cucian pasir oleh penambang.

Dengan keterbatasan fisiknya, nenek Misnawati yang sekarang menginjak usia 53 tahun harus bertahan hidup dengan segala kekurangan. Ia merupakan salah satu warga Desa Lenggang Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur.

Nenek Misnawati tinggal dirumah kontrakan kecil bersama 2 Cucunya, yang juga ia berikan penghidupan dengan seorang diri. Satu cucungnya tersebut kini ia sekolahkan di salah satu pesantren di Kota Manggar, dan satu lagi ia sekolahkan di Pesantren di Pulau Jawa.

Ketika ditanya mengapa cucunya tersebut ia yang merawat, dan bukan ke dua orang tua cucunya Nenek Misnawati?, dengan nada sedih ia mengatakan jika ibu dan ayah kandung ke 2 cucunya tersebut telah lama berpisah, sehingga ia yang kini menampung dan merawat buah hati dari anaknya.

“Mak Bapak e la lama bepisah, jadi akulah yang ngerawat e. Tapi bapak e masih kadang – kadang kirim sebulan sekali untuk keperluan anak e. Tapi aku dak tinggal diam juak, untuk makan, bayar kontrakan, listrik, sekolah cucu, kadang masih dak cukup,” ucap Nenek Misnawati dengan lembut

Kumpulkan 1 Kg Timah Dari Tangannya Sendiri

Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, setiap pagi Nenek Misnawati pergi ketempat aktivitas para penambang timah bekerja. Dengan berbekal Satu wajan dan ember, nenek misnawati mulai berjibaku dengan sisa – sisa “Sakkan” pencucian pasir timah.

Dari terbitnya matahari, nenek misnawati biasanya ngelimbang timah hingga malam hari. Dalam satu hari ia mampu menghasilkan 1 sampai 1,5 kg timah.

Namun jika para penambang tidak beraktivitas, ia pun mulai khawatir. Pasalnya hanya ngelimbang timah ia dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari, bahkan untuk memberi uang kepada cucunya pun terpaksa ia meminjam kepada tetangga maupun rekan seprofesinya.

“Janganlah pak sampai urang nambang timah ni berhenti, susah hati aku kalau dakde lagi yang nambang timah. Soal e dari sinilah kami hidup untuk makan, dan aku juak dak sendiri, masih banyak ibu – ibu yang lain yang berharap dari ngelimbang timah,” ungkap nenek misna

Anugerah Pemberian Tuhan Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Perlu diakui, jika tambang rakyat kini menjadi penggerak ekonomi masyarakat di daerah. Halnya Kabupaten Belitung Timur, dimana sebagian besar masyarakatnya memilih untuk menjadi penambang timah.

Bahkan, ketika Indonesia dilanda Pandemi Covid-19. Ekonomi masyarakat Kabupaten Belitung Timur sama sekali tak terganggu. Hal ini dikarenakan meningkatnya harga timah, dan perputaran uang di pulau Belitung cukup tinggi.

Dan karena itulah, hingga saat ini pulau Belitung menjadi daerah teraman dengan tingkat kriminal rendah. Karena tingkat kesetaraan sosial masyarakat Belitung dinilai sejahtera.

Nenek Misna adalah saru diantara banyaknya masyarakat di Belitung Timur yang menggantungkan kehidupannya pada tambang timah.

“Jika ada segelintir orang yang berusaha mematikan ekonomi Belitung Timur, maka orang itu tidak punya hati. Siapa yang menjamin masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya untuk makan??. Berkat tambang rakyat, banyak janda – janda, anak yatim piatu, lansia bahkan saudara kita dari luar daerah pun terbantu kehidupannya untuk masa depan lebih baik,” kata Mohammad Noor Masese yang juga selaku pemerhati sosial Belitung Timur.

(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *