Pacu Pemikiran Kritis Pemuda, KNPI Beltim Gelar Talkshow Bertema ‘Arah Belitung Timur ke Depan’

Beltimnews.com, Manggar – KNPI Belitung Timur menggelar talkshow dan diskusi bertema ‘Arah Belitung Timur ke Depan’ di Galeri Tanjung Selukat Pantai Serdang, Manggar, Minggu (22/1/2024). Talkshow itu menghadirkan tiga narasumber yaitu Bupati Belitung Timur Burhanudin, Aktivis Pemuda Syarifah Amelia, dan Akademisi Dosen ITB Epin Saepudin.

Ketua KNPI Beltim, Wahyu Setiawan mengatakan tujuan dari talkshow ini adalah untuk memicu semangat dan pemikiran kritis pemuda untuk berkontribusi atas pembangunan daerah.

Menurutnya pemuda saat ini harus mampu mempertahankan perannya sebagai agent of change. Pemikiran-pemikiran kritis ini, katanya, akan terus dibangun supaya Beltim ke depan yang didominasi oleh usia produktif bisa maju dan memanfaatkan momen Indonesia Emas 2045.

“KNPI Beltim hari ini berusaha bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah karena pemuda adalah salah satu landasan pembangunan dan pembaruan bagi daerah,” kata Wahyu seusai acara.

Lebih jauh, Wahyu menuturkan pemuda adalah pilar penerus bangsa dan peran vital para pemuda sebagai pilar utama pembangunan. Karena itu, sebagai organisasi pemuda terbesar di Beltim, Wahyu ingin memberdayakan pemuda di Beltim agar berkreatifitas dan punya inovasi untuk memajukan daerah.

“Kita saat ini berada di jaman teknologi 4.0 yang mana istilahnya dunia berada di genggaman kita. Momentum ini harus bisa dimanfaatkan pemuda untuk memberikan kontribusi sebanyak-banyak demi kemajuan daerah. Hal itulah yang akan kami, KNPI Beltim usahakan ke depan,” kata Wahyu.

Lebih lanjut, terkait anggaran yang akan didapatkan oleh KNPI Beltim, Wahyu berharap pemerintah bisa lebih memperhatikannya karena pembangunan sumber daya manusia saat ini berawal dari pemuda. Apalagi saat ini pemuda digadang-gadang menjadi aktor utama untuk kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Meski begitu, KNPI Beltim juga akan memberdayakan potensi-potensi yang ada untuk menjadikan KNPI Beltim sebagai organisasi yang mandiri,” kata Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *