PAD dari Timah Kebagian Sedikit Royalti, Aan: Tak Sebanding dengan Kerusakan Lingkungan

PAD dari Timah Kebagian Sedikit Royalti, Aan, Tak Sebanding dengan Kerusakan Lingkungan

Beltimnews.com, Manggar – Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berasal dari sektor pertambangan timah dan perkebunan sawit. Namun hasil pendapatan tersebut belum optimal untuk menunjang pendapatan daerah.

Hal tersebut dikarenkan pendapatan hanya didapatkan dari hasil royalti dan dana bagi hasil dengan pemerintah pusat. Sehingga di daerah hanya mendapatkan sedikit keuntungannya saja.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Beltim, Burhanuddin dalam rapat kunjungan ketua komisi IV DPD RI.

Lebih lanjut bupati yang akrab disapa Aan ini menyebutkan, pendapatan daerah belum optimal dikarenakan adanya beberapa sektor yang harus di setor ke pemerintah pusat.

“Pendapatan terbesar itu berasal dari pertambangan timah dan sawit namun kita hanya kebagian dari hasil royalti dan dana bagi hasil. Itu pun tidak sesuai dengan kerusakan lingkungan yang kami hadapi, sehingga hal tersebut menjadi perhatian serius,” kata Aan, Jumat (12/8/2022).

Tak berbeda jauh dengan timah, Aan mengungkapkan sumber pendapatan lain yang di setor ke pusat adalah sektor perkebunan sawit.

“Dari asosiasi kabupaten/kota penghasil sawit se-Indonesia kita sudah beribicara mengenai pundi-pundi persawitan yang selama ini semua masuk ke pusat tetapi di daerah tidak mendapatkan apa-apa. Sehingga, kami minta diberikan kesempatan untuk mendapatkan potensi dari sektor persawitan ini,” ujarnya.

Aan juga menjelaskan, di Beltim ada empat perusahaan besar yang memang fokus industrinya mengirim CPO dan satu mengirim minyak goreng. Dan semua perusahaan tersebut cukup besar menyumbang devisa bagi negara.

“Empat perusahaan di Beltim fokusnya di industri mengirim CPO dan satu mengirim minyak goreng. Dari semua perusahaan tersebut sumbangan mereka untuk devisa negara sangat besar. Tapi untuk di Pemdanya uang itu tidak ada hanya kesejahteraan pegawai saja,”tuturnya.

Sedangkan dari sektor perikanan , lanjut Aan, hasil sektor perikanan untuk ekspor, dikirim melalui pelabuhan yang ada di luar Beltim. Karena Beltim tidak mempunyai pelabuhan untuk melakukan ekspor secara langsung sehingga Hasil pendapatan daerah hanya sedikit.

“Sektor perikanan kami untuk diekspor, dikirim melalui pelabuhan yang ada di luar Beltim, sehingga hasil yang didapat tidak seberapa untuk ke pendapatan daerah. Kami tidak bisa menikmati secara langsung hasil kekayaan sumber daya kami dan ini menjadi masalah lagi,” katanya.

Burhanudin mengatakan, ketergantungan pemerintah daerah Beltim dengan pemerintah pusat sangat tinggi karena Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) masih bersumber dari pemerintah pusat.*

(Teguh | Beltimnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *