Pedagang Somay Diduga Lecehkan Anak-Anak TPA, Kadinsos PMD Beltim Harapkan Bisa Selesai Secara Baik

Beltimnews.com, Manggar – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Belitung Timur, Ronny Setiawan mengatakan kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu TPA Kecamatan Gantung yang dilaporkan tahun 2022 lalu masih belum tuntas.

Sebelumnya pada Desember tahun 2022 Dinsos PMD mendapatkan laporan dari orang tua korban yang diduga anaknya dilecehkan oleh oknum tukang somay yang berjualan disekitar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Namun hingga berita ini diterbitkan kasus tersebut belum diselesaikan oleh pihak terkait dan tersangka pelecehan seksual itu masih berkeliaran.

“Informasi awal kita dapat kalau anak-anak ada di luar lingkungan TPA sedang belanja siomay, di luar jam belajar, disitulah terjadi yang dianggap pelecehan oleh orang tua anak-anak tadi, yang diduga dilakukan oleh pedagang siomay,” kata Ronny kepada Beltimnewa.com, Senin (13/2/2023)

Korban yang diduga masih anak-anak SD ini disinyalir lebih dari satu orang, namun 2 bulan setalah kasus itu dilaporkan Ronny bilang masih menunggu konfirmasi resmi dari petugas PPPA yang melakukan investigasi di lapangan terkait berapa jumlah pasti korbannya.

“Kan harus diselidiki dulu latar belakang kasusnya, apakah sampai separah itu atau mungkin hanya perlu kesepakatan kedua belah pihak, walaupun sampai saat ini orang tua korban masih tidak terima anaknya dilecehkan,” ujarnya.

Ronny juga menuturkan pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

“Kita tunggu dulu hasilnya apakah bisa dimediasikan atau mungkin ini harus lanjut keranah berikutnya keputusan ada dimereka, karena wewenang kita kan hanya pendampingan,” pungkasnya.

Ronny berharap kasus pelecehan yang memakan lebih dari satu anak ini dapat segera diselesaikan, baik lewat jalur hukum atau pun secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak.

“Kalau dari orang tua korban tetap pengen lanjut tapi kalau dari kita sebenarnya cukup dimusyawarahkan saja paling tidak ada larangan untuk tersangka agar tidak mendekati TPA yang bersangkutan,” tuturnya.

(Mario)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *