Personil Satpol PP DPRD Beltim Ditarik Secara Sepihak, Fezzi : Kalau Kata BKD, Untuk Pertukaran Pegawai Tidak Seperti Itu

Beltimnews.com, Manggar – Personil Polisi Pamong Praja di DPRD ditarik secara sepihak, Komisi I DPRD Belitung Timur memanggil Kasatpol PP dan BKPSDM Kabupaten Belitung Timur. Pihak DPRD Belitung Timur mengaku bingung dengan keputusan mendadak dari Kasatpol PP Beltim tanpa menjelaskan mekanisme prosedur penukaran pegawai terlebih dahulu. Senin (7/2/2022)

Ditemui seusai koordinasi, Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja yang juga mengikuti pertemuan dimaksud mengaku koordinasi hanya bertujuan mengetahui alasan penarikan personil Satpol PP di DPRD Belitung Timur. Sebab, penarikan atau pertukaran pegawai yang bertugas tentu melalui mekanisme kepegawaian.

“Ini ada koordinasi terkait ada surat dari Pol PP untuk melakukan pertukaran pegawai dan itu kita koordinasikanlah dengan Pol PP dan BKD, bagaimana mekanisme pertukaran pegawai,” ungkap Fezzi.

Fezzi menegaskan, pergantian atau pertukaran tidak bisa langsung dilakukan sebelum jelas mekanismenya. Meskipun pegawai tersebut hanya berstatus tenaga honorer, harus tetap lah melalui mekanisme yang jelas.

“Tidak bisa seenak-enaknya melakukan pertukaran pegawai, walaupun honorer. Ini kan menyangkut hajat hidup orang. Oleh Karena itu kita panggil Pol PP dan BKD supaya tahu mekanismenya seperti apa,” ucap Fezzi.

“Terkait anggota Satpol PP dan (OPD) Pol PP, apakah kekurangan pegawai, kalau kurang kita tambah, jangan nanti alasan kekurangan pegawai jadi tidak maksimal,” lanjut Fezzi lagi.

Menurut Fezzi, setelah mendengarkan masukan dari BKPSDM ternyata pertukaran personil Satpol PP tidak seharusnya terjadi dan tidak sesuai prosedur. Karenanya, DPRD Belitung Timur tidak akan memenuhi permintaan pergantian sebelum prosedur dilakukan sebagaimana mestinya.

“Kalau kata BKD, untuk pertukaran pegawai tidak seperti itu, ada mekanisme-mekanisme. Jadi dari BKD agar nanti dikaji Kabid, tidak sesuai dengan prosedur. Tidak prosedur kata BKD, oleh karena itu kedepan jangan seperti itu,” tutup Fezzi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *