Pertanyakan Kontribusi Fordas Babel, M. Noor Masese : Berikan Solusi, Bukan Hanya Terus Mengkritisi

Beltimnews.com, Manggar – Pemerhati Sosial Kabupaten Belitung Timur, pertanyakan Kontribusi Fordas (Forum Daerah Sungai) Bangka Belitung terhadap masyarakat Belitung Timur. Pasalnya ia menduga salah satu pengurus di Daerah Belitung Timur, memberikan dampak menjurus perpecahan bagi masyarakat di Beltim. Kamis (6/1/2021)

Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Noor Masese yang juga sebagai Pemerhati Sosial sekaligus warga Belitung Timur.

M. Noor Masese mengatakan jika selama ini masyarakat Belitung Timur khususnya para pekerja tambang, selalu hidup berdampingan tanpa adanya perpecahan. Apalagi sebagian besar dampak tambang timah di Belitung Timur mampu membangkitkan Ekonomi masyarakat.

“Selama ini Belitung Timur cukup kondusif, masyarakat bisa mencari nafkah ditempat mereka lahir bahkan mungkin sampai mereka meninggal dunia di Belitung Timur ini. Masyarakat Belitung Timur tidak pernah mengganggu manusia siapapun di tanah kelahirannya maupun ditempat mereka mencari rezeki”

“Allah berikan anugerah Timah di Belitung Timur ini untuk digali dan ditambang, terlepas adanya peraturan undang – undang, itu harus dikaji lebih dalam. Karena Pemerintah menjamin setiap kesejahteraan warganya agar dapat hidup dengan layak,” ujar M. Noor Masese

Namun ia menyayangkan masih ada orang yang berusaha memecah serta mengadu domba masyarakat Belitung Timur demi kepentingan yang lain.

“Persoalannya mengapa ada saja orang yang masih berpikiran untuk memicu perpecahan, apalagi hanya bisa mengkritisi tanpa memberikan solusi. Itu kan namanya provokator, atau mengadu domba”

“Fordas (Forum Daerah Aliran Sungai) Babel dengan bahasa di pemberitaan online seperti itu, sama saja memancing perpecahan di Belitung Timur. Seharusnya dia langsung datang ke Belitung Timur, lihat dengan mata kepala sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi di Belitung Timur,” Tegas M. Noor Masese

Menurut M. Noor Masese, jika pihak tertentu ingin menutup rezeki masyarakat Bangka Belitung Khususnya di Belitung Timur. Maka orang tersebut harus dapat bertanggung jawab akan kehidupan masyarakat yang terdampak negatif atas perbuatan tersebut.

“Kalau dia setuju untuk tambang di Belitung Timur tutup di Belitung Timur, tutup semua tambang yang ada di Bangka Belitung ini. Tapi dia harus memberi makan para penambang itu. Mampu tidak Fordas itu menjamin perut para penambang??,” Tanya M. Noor Masese

M. Noor juga manyampaikan, jika semua yang ada di muka Bumi ini adalah anugerah yang di berikan Sang Pencipta. Jadi ia meminta jangan adanya konflik yang dapat memecah ketentraman tersebut.

“Kalau dia keberatan Timah di tambang, itu gugat saja ke Allah Swt. Sang penciptalah yang menurunkan Timah ke tanah Bangka Belitung, jadi jangan ciptakan perpecahan. Karena Kami masyarakat Belitung Timur butuh makan butuh hidup di negeri sendiri dari Allah Swt,”

“Seharusnya mereka memberikan solusi, bukan malah mengadu domba. Apa urusannya mereka datang kesini??,” Tanya M. Noor Masese lagi

Ia pun menegaskan, dengan adanya kejadian hari ini di salah satu kediaman anggota Fordas di Beltim. Masyarakat Belitung Timur jauh dari kekerasan, karena segala sesuatu akan dibicarakan secara musyawarah. Dan ia memastikan tidak ada satu pun orang terluka maupun mengalami kekerasan.

“Kalau ada masyarakat kesana (kediaman aktivis Fordas), mereka tidak anarkis. Apalagi disana ada aparat, sehingga tidak terjadinya hal yang tidak diinginkan. Jangan diputar fakta seakan – akan masyarakat Belitung Timur berbuat anarkis, tidak seperti itu,” tegas M. Noor Masese

“Alasan dibalik pengusiran massa penambang juga dikarenakan Yudi Amsoni terlebih dahulu melontarkan isu SARA untuk mengusir para pekerja pendatang khususnya dari Selapan (Sumsel). Padahal dia sendiri adalah warga pendatang yang lahir & besar di Tangerang & baru pindah jiwa ke Beltim di bulan Agustus 2021” kata M. Noor

“Hal tersebut diungkap oleh Yudi Amsoni pada saat acara Forkominda di Sukamandi. akibatnya malah aktivitas tambang di Beltim terhenti karena dia selalu menyuarakan untuk ditindak kegiatan tambang di Beltim,” sambungnya lagi

Ia pun meminta agar siapapun dapat bijak dalam bersuara, tetapi juga ikut memberikan solusi agar permasalahan apapun tidak menemui titik buntu.

“Semua orang mampu mengkritisi, tapi berikan solusi!!. Sekarang saya tanya kepada mereka, apa yang telah diberikan Yudi Cs kepada Belitung Timur ini??, Bukan kita tidak setuju dengan penegakan hukum, tetapi ada dampak – dampak negatif yang akan terjadi, ketentraman Belitung Timur terusik, siapa yang menjamin Belitung Timur aman,” ucapnya

“Jangan seperti anak kecil ingusan, yang tidak bisa memberi solusi tetapi kerjaannya hanya mengkritisi,” Tandas M. Noor Masese

Sebelumnya pada (6/1) pagi pukul 9.00 wib, sejumlah penambang di Belitung Timur mendatangi kediaman Yudi Amsoni alias Yudi Sengak di Desa Sukamandi Kecamatan Damar.

Kedatangan para penambang ini meminta pertanggungjawaban anggota Fordas Beltim tersebut, atas postingan atau laporan yang dirasa menyudutkan para penambang. Sehingga para penambang timah tidak dapat melanjutkan lagi aktivitas seperti biasa.

(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *