Peternak Keluhkan Harga Dedak Mahal, Ini Tanggapan Gubernur Bangka Belitung

Beltimnews.com, Kelapa Kampit – Harga pakan ternak di pulau Belitung terus mengalami kenaikan, hal tersebut dikeluhkan oleh Herbandi seorang peternak sapi asal Desa Buding, Belitung Timur.

Menurutnya, dedak dalam beternak sapi digunakan sebagai pakan penguat, dia menjelaskan dedak tersebut dicampur dengan bungkil kelapa sawit sehingga menjadi pakan konsentrat.

Pria yang akrab disapa Pak Boy itu menyampaikan kenaikan harga dedak dari semula Rp220.000 perkarung 50 kilogram, hingga mencapai Rp290.000 perkarung.

“Kenaikan sudah tiga bulan, beberapa minggu lalu sempat Rp290.000 perkarung, saat ini. Kalau sekarang ada penurunan harga tapi hanya sedikit menjadi Rp270.000 perkarung. Jadi perawatan sapi tidak maksimal,” ujar Pak Boy kepada Beltimnews.com, Kamis (4/10/2021).

Dia mengaku sampai saat ini jumlah sapi yang dipelihara kelompok ternak yang bernama Jurai Sekaput sekitar 72 ekor sapi, dari semula 19 ekor sapi jenis bali pasa, yang dipelihara sejak tahun 2013 silam.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat ditanya berkenaan dengan keluhan kenaikan harga dedak.

Dia mengataka ini adalah suatu hal yang harus dipecahkan, dia berperdapat kondisi daerah kepulauan yang menjadi permasalahan adalah distribusi dan transportasi menjadi hambatan.

“Makanya bagaimana kita membuat kebutuhan akan ternak lebih murah, kita harus berupaya mengkosolidasikan peran. Makanya harus dirembugkan bersama-sama agar permasalahan ini bisa dipecahkan,” ucapnya. (lui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *