PT Timah Tbk Edukasi Penanggulangan Bencana di Desa Badau, Warga Rasakan Banyak Manfaat

Beltimnews.com, BELITUNG – PT Timah Tbk Unit Produksi Belitung bersama TB Batu Besi melaksanakan sosialiasi penanggulangan bencana di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kamis (14/09/2023).

Adapun tiga agenda yang dilaksanakan yakni drill test penanggulangan kebakaran, bantuan hidup dasar (BHD) dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Kegiatan itu guna memberikan pemahaman kepada perangkat Desa Badau serta masyatakat Desa Badau, sehingga bisa melakukan tindakan awal sebelum pertolongan bantuan utama datang ke lokasi kejadian.

Salah satu peserta, Andriansyah mengatakan, dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan PT Timah Tbk tentunya menambah ilmu dan pengetahuan, selain itu juga adanya sharing yang akan bermanfaat bagi masyarakat.

“Nah, jika sudah ada ilmu dan pemahaman kita bisa melakukan pertolongan pertama jika ada suatu kejadian,” kata Andriansyah.

Menurutnya, PT Timah Tbk sangat jeli melihat apa yang sering terjadi saat ini, seperti sering terjadi kebakaran saat musim kemarau itu.

Maka, sosialiasasi itu sangat bermanfaat untuk peserta yang hadir.

“Alhamdulillah, pemateri dan materi bagus serta mudah dipahami, dan bisa langsung diterapkan bila terjadi suatu hal,” jelasnya.

Andriansyah menyebutkan, Ia terkesan dengan materi yang diberikan seperti menggunakan APAR, dan penanggulangan lainnya.

“Kita berharap, kedepan terus mengundang masyarakat ikut kegiatan semacam itu, dan kami merespon agenda PT Timah Tbk,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Badau, Irawan Sumantri menyambut baik kegiatan yang dilakukan PT Timah Tbk, sebab kegiatan itu membawa dampak positif, terutama edukasi kepada masyarakat.

Peserta yang hadir yakni Linmas, calon BPBD, perangkat desa dan masyarakat.

“Informasi ini akan kami sebarkan kepada masyarakat,” katanya.

Irawan optimis, materi yang disampaikan dalam sosialiasasi itu bisa dipahami dan diterapkan di lapangan jika terjadi suatu hal tersebut.

“Ini memberikan edukasi kepada warga kami, terutama saat ini banyak karhutla sehingga bisa ditangani lebih awal yang bersifat darurat,” tandasnya.

(Bryan Bimantoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *