Rayakan Imlek Masih Ditengah Pandemi, Jimmy Tjong : Kekurangan Harus Diperbaiki

Beltimnews.com, Manggar – Salah satu tradisi warga Tionghoa yang ada di Kota Manggar adalah melakukan ritual sembahyang leluhur sebelum Tahun Baru Imlek. Tradisi ini berlaku bagi warga Tionghoa segala usia dan ditujukan bagi penghormatan kepada leluhur mereka.

“Pada umumnya tradisi kita sehari sebelum Imlek, warga Tionghoa sembahyang leluhur dengan sajiannya. Biasa dilihat sepanjang jalan banyak,” ujar Jimmy Tjong, salah seorang sesepuh Tionghoa Manggar, Senin (31/1/2022)

Menurut Jimmy, setelah sembahyang leluhur biasanya warga Tionghoa akan berkumpul bersama keluarga besar sambil menikmati hidangan makanan. Biasanya, mereka yang sudah lama tinggal diluar daerah pun akan pulang untuk bisa berkumpul layaknya lebaran bagi kebanyakan umat Islam.

“Pokoknya sebelum berkumpul makan malam untuk malam tahun baru (Imlek), sebelumnya sembahyang leluhur. Semacam kewajiban tradisi turun temurun,” sebut Jimmy.

Uniknya, ketika berkumpul dengan keluarga besar, ada budaya saling memberi uang dalam amplop berwarna merah yang biasa disebut dengan angpao.

“Kalau sudah married (berkeluarga) tidak dapat angpau lagi. Orang tua kasih angpao untuk cucu dan cicitnya atau yang sudah married harus kasih orang tua,” kata Jimmy.

Menurut Jimmy, angpao adalah simbol kemakmuran yang disertai harapan sejahtera sepanjang tahun berikutnya.

Kata Jimmy, pandemi Covid-19 yang belum berakhir juga menjadi kendala kemeriahan Imlek. Hanya saja, bagi kebanyakan warga Tionghoa akan memilih pulang ketika merayakan Imlek.

“Imlek tahun ini, tahun (shio) Macan. Berkah untuk kita semua, khususnya Pemerintah kita bisa bersinergi dengan forkopimda mensejahterakan masyarakat Beltim, kekurangan harus diperbaiki lah,” tutup Jimmy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *