SMM Bersama DLH Beltim Berikan Pendidikan Konservasi Pada Siswa SMPN 2 Dendang

Belitung Timur, 6 Maret 2024 – PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM), anak usaha PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ) yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur, baru-baru ini bersama Dinas Lingkungan Hidup Belitung Timur melaksanakan kegiatan Konservasi Goes to School di SMPN 2 Dendang pada 28 Februari dan 1 Maret yang lalu.

Kegiatan Konservasi Goes To School diikuti oleh siswa kelas 7A dan 7B dengan jumlah siswa yang hadir sejumlah 59 orang. Pada saat kegiatan tim Konservasi SMM memberikan edukasi tentang pengenalan konservasi, lingkungan, ekosistem, keanekaragaman hayati, dan pengelolaan sampah melalui ecobrick. Sedangkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kab. Belitung Timur mengajar tentang konservasi air dan tanah dengan membuat biopori.

Mukhlisuddin Nasution, General Manager SMM menjelaskan bahwa Konservation Goes To School merupakan program edukasi tentang pelestarian alam yang merupakan bagian program Sekolah Konservasi yang sudah berjalan di Grup ANJ sejak tahun 2022. Program ini berlandaskan dari nilai ANJ yang kedua, yaitu Menghargai Sesama dan Lingkungan. Tujuan dari kegiatan Konservation Goes To School adalah menyebarkan informasi tentang usaha pelestarian pada suatu kawasan yang dilindungi atau kawasan-kawasan yang perlu dilindungi berserta isinya kepada anak-anak.

Pada saat pemaparan materi, siswa-siswi SMPN 2 Dendang antusias mengikuti kegiatan edukasi tentang konservasi dan keanekaragaman hayati yang diadakan, antusiasme mereka terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul seputar ekosistem dan keanekaragaman hayati selama kegiatan berlangsung.

Kepala Sekolah SMPN 2 Dendang, Bapak Andy, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan program edukasi yang bermanfaat ini. Beliau mengatakan bahwa program Konservasi Goes To School sangat positif dalam mendukung anak-anak untuk mengenal dan memahami pentingnya konservasi.

“Kegiatan ini sejalan dengan program Pendidikan saat ini, yaitu Projek Pengetahuan Profil Pelajar Pancasila (P5),” ujar Bapak Andy. “Materi terkait ecobrick dan biopori yang disampaikan dan langsung dipraktekkan oleh siswa kelas tujuh sangat bermanfaat untuk mendukung program P5. Saya berharap kerja sama ini dapat berkelanjutan dan tidak hanya dilakukan 2 kali pertemuan. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi konservasi dan untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan,” ujar Andy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *