SMM Siap Bangun Balai Dusun dan Fasum di Desa Simpang Tiga, Tapi di Luar HGU

SMM Siap Bangun Balai Dusun dan Fasum di Desa Simpang Tiga, Tapi di Luar HGU

Beltimnews.com, Simpang Renggiang – PT Sahabat Mewah Makmur (SMM) menyatakan siap membantu wujudkan harapan warga Dusun Aik Ruak dan Pemerintah Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang untuk membangun Balai Dusun dan fasilitas umum (Fasum).

Akan tetapi, permintaan lahan seluas 1,9 hektar yang berstatus Hak Guna Usaha (HGU) milik PT SMM oleh Pemerintah Desa dan warga Dusun Aik Ruak tidak dapat direalisasikan oleh pihak perusahaan karena terbentur dengan aturan hukum yang berlaku.

Namun demikian, perusahaan besar sawit itu menawarkan opsi, yakni pemerintah desa menunjukkan lahan di luar HGU milik warga yang bisa dibebaskan, atau desa menyiapkan lahan dan SMM akan membangun hingga berdiri dan siap pakai.

“SMM siap membantu pembangunan, tapi mohon maaf harus di luar HGU. Karena HGU produk hukum dan harus dijalankan sesuai izin yang diperoleh dan diamanatkan ke perusahaan,” kata Humas SMM, Brian Ginting saat diwawancarai Beltimnews.com. Kamis (21/7/2022)

Sementara itu, Kepala Desa Simpang Tiga, Wasnih, mengatakan lahan yang terletak di pinggir jalan Dusun Aik Ruak rata-rata sudah punya masyarakat. Dan tak satu pun dari mereka yang bersedia lahannya dibeli untuk pembangunan fasilitas umum.

“Alasan mereka, karena mereka tidak mempunyai lahan juga. Itu lahan untuk cadangan anak cucu mereka,” ujarnya saat diwawancarai melalui telepon. Rabu (20/7/2022) siang kemarin.

Dia menyebut, lahan HGU milik SMM yang dimintanya itu layak diserahkan kepada desa, masyarakat atau pun dusun. Yang walaupun diakuinya, pihak perusahaan telah menawarkan opsi atau jalan keluar untuk membantu mewujudkan harapan warga Dusun Aik Ruak akan fasilitas umum tersebut.

Wasnih menambahkan, dia tak dapat mengambil keputusan dengan menerima tawaran opsi dari PT SMM, lantaran warga di Dusun Aik Ruak juga tak ingin mengerti jika sudah menginginkannya.

“Kalau masyarakat itu nyebut dia menginginkan di dalam HGU, mereka tetap menginginkan di dalam HGU. Kalau aku bisa ngerti, kenapa tidak bisa dibangun di dalam HGU. Tapi kalau masyarakat ini tidak mau ngerti,” ucapnya.*

(Hermansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *