Sosok Syarif Syahrial Caleg DPR RI Partai Demokrat, Saatnya Suara Babel Lebih Didengarkan Pusat

Beltimnews.com, BANGKA – Partai Demokrat mengajukan Caleg DPR RI untuk dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan nasional khususnya pada daerah pemilihan Bangka Belitung. Satu di antara caleg yang diajukan tersebut adalah Syarif Syahrial.

Syarif merupakan putra asli Sungailiat Bangka, salah satu putra terbaik Indonesia yang mendapatkan beasiswa penuh untuk bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang di tahun 1994, satu angkatan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY).

Syarif bahkan menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara Periode 2008 – 2011.

Syarif menamatkan pendidikan tingginya, S1 dan S2, di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), almamater yang kemudian menjadi tempatnya berkarir selama 12 tahun sebagai dosen dan peneliti.

Selama menjadi mahasiswa S1, Syarif juga memimpin organisasi mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan UI dengan menjadi Ketua Umum Kajian Ekonomi dan Pembangunan Indonesia (KANOPI FEUI). Syarif juga memelihara komunikasi dan silaturahminya dengan mahasiswa lainnya asal Bangka dengan ikut aktif dalam kepengurusan Ikatan Mahasiswa Bangka Jakarta Raya (ISBA JAYA).

Pengalaman intensif Syarif berhubungan dengan DPR RI terjadi ketika ia bekerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selama 11 tahun mengabdi di KKP hingga tahun 2022, baik selaku Staf Khusus Menteri maupun salah satu Direktur di lingkungan KKP, Syarif terlibat aktif dalam rapat dan pembahasan bersama DPR RI terkait proses penyusunan regulasi, anggaran maupun kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh DPR RI terhadap pemerintah pusat.

Syarif juga menyimpulkan bahwa, jika didukung dengan kerja keras dan kerja cerdas, anggota DPR RI memainkan peranan yang penting dalam pembangunan daerah pemilihannya.

Hasil wawancara dengan Syarif juga mengungkapkan bahwa, setelah lebih dari 2 bulan terakhir ini keliling Bangka Belitung, dia menemukan banyak ketidaktahuan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah pusat.

Padahal, aspirasi yang baik akan menjadi bermakna jika didukung dengan kejelasan saluran penyampaiannya. Tentunya, masyarakat juga seharusnya memilih Caleg DPR RI yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup dalam proses pengambilan kebijakan publik di tingkat pusat.

Sebagai penutup, Syarif juga berharap agar Pemilu 2024 ini dapat menghasilkan hasil terbaik bagi masyarakat, karena sekarang saatnya suara Babel lebih didengarkan oleh Pemerintah Pusat. (*/pus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *