Status Belitung Timur PPKM Level 3, Dinkes : 35 Orang Saat Ini Terpapar Covid-19

Beltimnews, Manggar – Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tercatat sampai dengan tanggal (14/2) kemarin sebanyak 35 orang. Bahkan Belitung Timur saat ini masuk kategori PPKM Level 3 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 tahun 2022 mengenai aturan perpanjangan masa PPKM di luar Jawa-Bali yang diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada hari selasa (15/2/2022).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Beltim, Muhammad Yulhaidir mengatakan, dari 35 orang yang terpapar terdapat 2 orang yang sudah menjalani isolasi mandiri.

“Sampai hari kemaren (14/2) itu ada 2 orang yang sudah selesai melakukan isolasi mandiri, sisa nya ada 33 orang sedang melakukan isoman,” ujar Yulhaidir

Menurutnya, DKPPB beltim sudah mengerahkan tim yang tersebar di 7 Puskesmas untuk melalukan pantauan rutin tracking (pelacakan) untuk melihat sebaran kasus yang terjadi.

“Kalau memang melihat perkembangan tiga minggu terakhir memang ada kenaikan, tapi tidak begitu signifikan cuma kemarin ada penambahan satu yang terlapor kita meninggal dunia,” ujarnya. Selasa (15/2/2022).
Sementara itu, DKPPKB menegaskan telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran kasus.

Seperti penguatan pada tim Satuan Tugas (Satgas) baik di Kecamatan ataupun Desa, dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat terkait dengan kasus yang ada. Sehingga kerjasama dari semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan sangat diharapkan.

“Jadi kalau dilihat dari perkembangan COVID yang saat ini melalui satu bulan terakhir ini mau tidak mau kita tetap memperkuat di protokol kesehatan, penguatannya di masyarakat, terus juga di desa melalui Satgasnya masing-masing,” ucap Yulhaidir

Selain itu, DKPPKB ditegaskannya, akan terus menggencarkan percepatan vaksinasi, karena masih ada beberapa titik wilayah di 7 Kecamatan yang belum terselesaikan.

“Kalau penguatan kita memang sampai hari ini selain tracer tetap berjalan, penangan untuk percepatan vaksin kita juga masih maksimalkan. Jadi ini untuk booster maupun vaksin yang kedua yang belum terselesaikan di beberapa titik wilayah di tujuh kecamatan kita memfokuskan itu,” tegasnya.

(Alfa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *