Sudah Setahun Belum Terungkap, Kapolres Beltim Buka Kembali Kasus Pembunuhan Guru SD Di Desa Tanjung Kelumpang

Beltimnews.com, Manggar – Kapolres Belitung Timur kembali membuka kasus pembunuhan Guru SD yang ditemukan tewas di kebun wilayah Desa Tanjung Kelumpang, ia menekankan kepada jajarannya jika misteri kasus pembunuhan yang sudah 1 tahun lebih ini harus segera dituntaskan. Selasa (19/10/2021)

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Belitung Timur AKBP Taufuk Noor Isya, S.I.K, saat seusai mengambil sumpah pejabat baru jajaran Polres Belitung Timur Sabtu (16/10) kemarin.

“Harapan kami semoga dengan adanya refresh (Jabata) seperti ini lebih meningkatkan kinerja dari personil, baik yang ada di Polres maupun yang ada di Polsek yang telah diserah terima jabatan. Seperti halnya ada beberapa kasus di Polres yang harus segera di cek kembali, seperti halnya kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum polsek dendang,” ujar AKBP Taufik Noor Isya

Kapolres Beltim juga telah mengarahkan kepada Kasat Reskrim yang baru, agar membuka kembali kasus pebunuhan guru SD tersebut, dan segera mengungkap misteri kematiannya.

“Saya sudah arahkan Kasat Reskrim yang baru untuk kita buka kembali hal tersebut” ungkap Kapolres Beltim

Sebelumnya korban Suharta (51) yang merupakan warga Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur, ditemukan sudah tidak bernyawa dikebunya sendiri. Hal tersebut pertama kali diketahui oleh keponakan korban, yang saat itu mencarinya karena tak kunjung pulang sedangkan hari sudah mulai gelap.

Dilansir Posbelitung.co, https://belitung.tribunnews.com/2020/10/10/guru-sd-ditemukan-tak-bernyawa-di-kebun-tanjung-klumpang-camat-simpang-pesak-sebut-dia-orang-baik?page=all

Jika sesosok mayat ditemukan di dalam kebun di wilayah Desa Tanjung Klumpang, Simpang Pesak, Belitung Timur, Jumat (9/10/2020) malam pukul 20.00 WIB.

Mayat tersebut diketahui bernama Suharta berusia 51 tahun dan berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Ghalih Widyo Nugroho pada saat itu mengungkapkan berdasarkan keterangan istri korban, Suharta pergi berkebun sekitar pukul 15.00 WIB di hari yang sama.

Lalu, keponakan korban bernama Jagil, seperti penuturan Ghalih, pada pukul 18.00 WIB sempat melihat motor korban terparkir di tepi jalan arah masuk ke kebun. Namun Jagil mengira S akan segera pulang karena hari sudah petang.

“Saat Jagil menunggu beberapa saat di rumah, tapi S belum juga pulang akhirnya Jagil bersama saudaranya di rumah mencari korban di kebun tersebut. Saat mencari di sekitar tempat motor korban diparkir akhirnya Suharta ditemukan sudah tergeletak di tanah. Lalu korban langsung dibawa ke Puskesmas Simpang Pesak,” jelas Ghalih saat dihubungi posbelitung.co, Sabtu (10/10/2020).

Ghalih menambahkan korban ditemukan berjarak 50 meter dari tempat ditemukan. Berdasarkan keterangan warga sekitar, Ghalih mengatakan korban merupakan tokoh masyarakat dan ramah terhadap masyarakat sekitar.

Kemudian hasil keterangan dari istri korban, korban tidak terdapat musuh ataupun berselisih paham dengan orang lain.

Dari hasil visum sementara, menurut Ghalih di tubuh korban terdapat luka jejas di leher, lebam bagian dada, dan luka lecet di siku tangan kiri dan kanannya.

(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *