Sudahi Perpecahan, Yudi Amsoni Dan Penambang Akhirnya Berdamai

Beltimnews.com, MANGGAR – Buntut dari aksi yang dilakukan para penambang di kediaman aktifis lingkungan Belitung Timur Yudi Amsoni (Yudi Senga), berakhir dengan damai.

Kapolres Belitung Timur AKBP Taufik Noor Isya, bersama Forkopimda Belitung Timur Saat melalukan konferensi pers mengatakan Polres Belitung Timur pada Jumat (7/1/2022) mengundang pihak perwakilan penambang A Minor dan Yudi Amsoni guna mendapat keterangan lebih lanjut.

“Kami tidak ada laporan apapun berkenaan dengan hal ini, tapi kami melakukan jemput bola agar permasalahan ini tidak berlarut, dan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak baik. Semata-mata untuk damainya di wilayah Belitung Timur,” ujar Taufik kepada awak media.

Dia menyampaikan kronologis kejadian sebelumnya, awal dari munculnya permasalahan ini terjadi Pada 23 Desember lalu 2021 ada kegiatan forkopimda di Kecamatan Damar. Taufik mengatakan kebetulan saat itu Yudi menyampaikan aspirasi kepada forkopimda berkenaan pertambangan ilegal yang terjadi di DAS.

“Saya dengan Pak Bupati dan Forkopimda, mencoba untuk menertibkan, karena dari awal pada forum tersebut, ketika kita tegakan aturan, kita harus tegakan aturan dengan baik dan benar. Ketika saya tegakan tapi saya tidak mengutamakan pada penegakan hukum, makanya pada 25 Desember 2021 saya sampaikan jajaran Satreskrim, Satintel Polres Belitung Timur melakukan imbauan ke pada penambang dilingkup DAS, untuk melakukan penghentian aktifitas penambangan, pada 26 Desember sudah terhenti, dan muncul lah permasalahan itu (penambang mendatangi rumah Yudi),” ujarnya.

Taufik menjelaskan perlunya pemahaman dengan DAS,  Di Belitung Timur ada 119 DAS, selain sungai besar juga terdapat sungai kecil, batas-batas punggung gunung dan bukit.bila dipetakan dengan koordinat seluruh wilayah Pulau Belitung adalah DAS.

“Namun demikian, dalam peraturan pemerintah (PP) ada kawasan-kawasan DAS dapat dipergunakan, sehingga ada keterkaitan antar peraturan kementrian terkait dengan yang lain, semisal contoh keterkaitan dengan ESDM untuk kawasan penambangan, atau perkebunan, sehingga ketika ada izin dari pada kementrian terkait tersebut dapat diperdayakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan sebelumnya Forkopimda Belitung Timur sebelumnya sudah melakukan focus discussion Grup dengan Dina kementrian terkait, beserta Polda Bangka Belitung, dimana Forkopimda Beltim juga menyampaikan permasalahan DAS, sehingga ada aksi nyata dari tingkat provinsi guna memetakan mana saja daerah yang dapat dilakukan penambangan.

“Apa yang bisa Forkopimda Beltim laksanakan dalam waktu dekat ini. Pemikiran saya secara pribadi ketika bicara masalah sungai dari dulu mungkin sudah dilakukan penambangan, karena belum adanya pemetaan yang jelas mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Jadi perlu diambil sikap arif dan bijaksana untuk mewadahi semuanya,”  ujarnya.

Dia menegaskan ada tiga poin penting berkenaan dengan hal tersebut, yakni lingkungan hidup, mitigasi bencana dan wadah kepentingan-kepentingan.

“Dan hal ini harus segera ada atensi dari pihak provinsi, bukan kabupaten saja, karena ini juga merupakan tanggung jawab guna memetakan wilayah-wilayah tersebut,” ujarnya.

Perwakilan penambang, A Minor dalam konferesnsi pers mengakui atas aksi yang terjadi di kediaman Yudi Amsoni pada kami (5/7) lalu, adalah suatu kesalahan, untuk itu dia menyampaikan permohonan maaf, karena hal tersebut adalah aksi spontan.

Sementara itu, Cahya Wiguna Kuasa hukum Yudi Ansori,  mengatakan apresiasi kepada Polres Belitjng Timur yang segera melakukan pemeriksaan.

“Bang Yudi, sudah memberikan maaf, karena kata beliau tadi aktifis lingkungan cinta damai, dan Bang Yudi bersedia tetap menjaka kerukunan kondusifitas di Belitung Timur,” ujar Cahya Wiguna.

Bupati Belitung Timur Burhanudin, meminta agar masyarakat untuk menjaga ke kondusifitas daerah, dan menjaga keamanan dan ketertiban.

 (lui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *