Tempuh Jalur Restorative Justice, Remaja Pencuri Hp Di Simpang Pesak Bebas Dari Jerat Hukum

Beltimnews.com, Manggar – Pelaku pencurian 4 Unit Handphone di Kecamatan Simpang Pesak tempuh jalur Restorative Justice, setelah Korban memaafkan pelaku dan berakhir damai. Senin (14/2/2022)

Sebelumnya Polsek Dendang berhasil mengamankan seorang pencuri Handphone Android dari sebuah konter di Desa Tanjung Batu Itam, Simpang Pesak, Belitung Timur pada Minggu (231) malam hari pukul 21.30 WIB.

Pengamanan Pelaku SY (19) dilakukan setelah korban ZU Melapor ke Polsek Dendang atas laporan kehilangan 4 unit Handphone dan uang tunai sejumlah 200 ribu.

Namun setelah melakukan musyawarah yang dilakukan Kades Tanjung Batu Itam beserta Keluarga kedua belah pihak, pelaku dan korban akhirnya menempuh jalur damai.

“Kita lihat memang pelaku berusia 19 tahun namun dia masih pelajar. Masa depannya masih panjang jangan sampai ternoda dengan jejak kriminal. Di atas itu semua, korban mau memaafkan pelaku dan mengganti semua kerugian,” kata AKBP Taufik, Selasa (15/2/2022).

Restorative Justice atau Keadilan restoratif adalah sebuah pendekatan yang ingin mengurangi kejahatan dengan menggelar pertemuan antara korban dan terdakwa, dan kadang-kadang juga melibatkan para perwakilan masyarakat secara umum.

Tujuannya adalah untuk saling bercerita mengenai apa yang telah terjadi, membahas siapa yang dirugikan oleh kejahatannya, dan bagaimana mereka bisa bermusyawarah mengenai hal yang harus dilakukan oleh pelaku untuk menebus kejahatannya. Hal yang bisa dilakukan meliputi pemberian ganti rugi kepada korban, permintaan maaf, atau tindakan-tindakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Dikutip dari kompas.id, sebanyak 83 persen responden jajak pendapat ”Kompas” setuju penegak hukum lebih mengedepankan mediasi dan kesepakatan damai dalam penyelesaian kasus pidana ringan. Namun, hal ini dinilai perlu diikuti evaluasi berkala.

Masih dari kompas.id, berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, Mahkamah Agung, 22 Desember 2020, tentang Pedoman Penerapan Restorative Justice di Lingkungan Peradilan Umum, keadilan restoratif dimaknai sebagai alternatif penyelesaian perkara pidana yang dalam mekanisme tata cara peradilan pidana berfokus pada pemidanaan yang diubah menjadi proses dialog dan mediasi yang melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain terkait untuk bersama-sama menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana. Penyelesaian itu dilakukan secara adil dan seimbang bagi korban ataupun pelaku dengan mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat.

(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *