Temui Bupati Beltim, Kepala BPMP dan BGP Babel Beber Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Temui Bupati Beltim, Kepala BPMP dan BPG Babel Beber Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Beltimnews.com, Manggar – Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) didampingi Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menemui Bupati beserta wakil Bupati Belitung Timur terkait implementasi Kurikukum Merdeka Belajar di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Selasa (02/08/2022).

Kurikulum Merdeka Belajar merupakan Opsi pilihan yang diberikan pemerintah dalam rangka pemulihan pembelajaran selama (2020-2024). Yang nantinya Kurikulum Merdeka digunakan untuk seluruh satuan pendidikan mulai dari Paud, SD, SMP, SMA/SMK/MA dan kesetaraan.

“Secara sederhana Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana lebih mengutamakan bakat, minat, dan pembangunan karakter pada diri siswanya itu sendiri,” ujar Guritno Wahyu Wijanarto Kepala BPMP Provinsi Kep. Babel kepada Beltimnews.com, Selasa (02/07/2022).

Menurut Guritno pada dasarnya yang menjadi pembeda Kurikulum Merdeka Belajar dengan kurikulum sebelumnya itu diproses pembelajarannya. Di Kurikulum Merdeka Belajar ini guru dituntut untuk melaksanakan pembelajaran bukan karena kemauan gurunya tetapi didasarkan dengan kebutuhan peserta didik, tingkat pemahaman awal peserta didik, dan pola belajarnya.

Prinaip utama yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka Belajar, lanjut Guritno, adalah anggapan adanya anak yang bodoh padahal setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Jadi guru tidak bisa memukul sama rata kemampuan seorang anak dalam menerima pelajaran.

“Prinsip yang ditekankan dalam Kurikulum Merdeka Belajar ini adalah menumbuh kembangkan enam profil pelajar Pancasila yaitu berketuhanan, beriman kepada tuhan yang maha esa, kreatif, mandiri, gotong royong dan bernalar kritis,” jelasnya.

Guritno menjelaskan, pada tahun ini implementasi kurikulum merdeka dilaksanakan secara mandiri. Sekolah bisa menerapkan kurikulum merdeka dengan tiga pilihan yaitu mandiri belajar, mandiri berubah dan mamdiri berbagi. Dari tiga pilihan tersebut tergantung kesiapan sekolah untuk melaksanakan kurikulum merdeka tersebut.

Untuk Beltim sendiri, imbuhnya, saat ini ada 137 sekolah mulai dari Paud, SD,SMP, SMA/SMK/MA sederajat yang sudah mendaftar untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar.

Guritno menuturkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan dukungan agar sekolah-sekolah di Beltim bisa sukses melaksanakan implementasi kurikulum merdeka itu sendiri.

“Paling enggak kita akan memberikan solusi, dukungan, pendampingan sehingga mereka bisa sukses melaksanakan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar,” katanya.*

(Teguh | Beltimnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *